. Ahlan wa Sahlan: cinta
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Mei 2011

_Hidayah itu menyapa Diriku, Dirimu dan Dirinya_

0 komentar
Bismillah...

Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Dulu aku tak memahami seperti apa itu ukhuwah. Hanya sering mendengar dari akhwat-akhwat yang telah lebih dulu mendapat hidayah dari pada aku bahwa ukhuwah yang kita bangun karena Allah sangatlah nikmat dan begitu indah. Ketika berpisah walau hanya sedetik, sudah mulai merasakan rindu untuk ingin segera bertemu. Ketik ketika bertemu, ingin sekali berlama-lama dan menghabiskan waktu untuk bercerita, berbagi ilmu syar’i.. ya seperti itulah ukhuwah yang selalu ku dengar dari mereka. Ketika berpapasan di jalan, maka kita memberikan salam, berjabat tangan atau bahkan saling berpelukan. Dan itu semua dapat menumbuhkan rasa cinta dalam dada kepada saudari kita. Ya, seperti itu pula ukhuwah yang selalu ku dengar dari mereka. Tetapi saat itu aku belum merasakan nikmatnya dan indahnya berukhuwah. Aku belum memahami bagaimana kita mencintai seseorang karena Allah, seperti yang selalu ku dengar dari murabbiyahku, dari akhwat-akhwat dan terkadang dari ustad ketika ada ta’lim gabungan.

Enam bulan pertama saat aku mengenal tarbiyah, belum ku temukan bagaimana berukhuwah. Bagaimana mencinta dan membenci karena ALLAH. tetapi, ada satu hari yang aku selalu senang di buatnya, hari sabtu. Hari dimana aku berkumpul dengan teman-teman liqo ku, hari dimana aku kembali bertemu dengan murabbiyaku dan hari dimana aku bertemu pula dengan akhwat-akhwat yang selalu bersilaturahmi dengan murabbiyaku. Selalu aku merasakan sesuatu yang sangat ku sukai ketika bertemu dengan mereka. Entah apa itu. Ketika berbicara dengan mereka seolah memberikanku sebuah nasehat tetapi hal itu lebih dari sekedar nasehat, ketika berbicara dengan mereka seolah mereka mengingatkan ku arti akan hidup ini. ketika berbicara dengan mereka, seolah mengingatkan ku akan eksistensi ku sebagai hamba. Ketika berbicara dengan mereka, seolah memberikan ku satu kekuatan ntah kekuatan apa itu dan dari mana asalnya aku pun pada saat itu tak tahu... begitulah pada saat itu. Aku bagaikan bayi yang baru lahir dan tak mengerti apa-apa mengenai hidup ini.

Barulah setahun mengenal tarbiyah, aku mengerti namanya ukhuwah. Ukhuwah melebihi ikatan seorang saudara kandung sendiri. Masya Allah...  mereka membantu ku ketika aku sedang di uji oleh Allah, mereka membantu ku ketika aku kesulitan dalam hal ini dan itu. Meraka selalu membuatku mengingat akan dunia akhirat ku. Dan mereka pula yang selalu memotivasi ku untuk ber-Fastabiqul khairat.
4 tahun sudah aku mengenal tarbiyah. Ibarat seorang anak kecil, maka sekarang saatnya ia berkenalan dengan lingkungan luarnya. Akan banyak yang di temukan oleh anak kecil itu ketika ia tekah berkenalan dengan dunia luar. Ia akan mulai berkenalan dengan lingkungan yang ramai, ia akan mengenal satu per satu watak setiap orang yang ia temui, kadang ia terjatuh saat bermain dengan teman sebayanya, kadang ia berkelahi dengan teman sebayanya, kadang ia menangis karena kalah dalam sebuah permainan dengan temannya. Dan masih banyak lagi. Bagitu pun dengan kita sekarang. Akan ada suatu kondisi dimana kita banar-benar akan di uji oleh Allah. dan hal itu adalah kepastian. Tidak akan dikatakan beriman seseorang sebekum ujian datang kepadanya.

Saudariku, masa-masa seperti inilah kita sangat membutuhkan bantuan dari akhwat-akhwat untuk selalu mengingatkan kita ketika kita khilaf, ketika kita lupa. Maka ku ingatkan pada diriku sendiri dan insya Allah kepada mu untuk tidak berpaling dari mereka. Siapa lagi yang akan menginagtkan kita ketika kita khilaf? Berdoa pun adalah senjata paling ampuh yang Insya allah dapat membantu kita. Pada diri yang lemah ini, siapa yang menjamin bahwa kita akan tetap berada di jalan ini sampai enganazal menjemput?. Wallahi, tidak akan ada yang bisa menjamin.

Masih terekam jelas dalam ingatanku sewaktu hidayah itu menyapa ku. Hari itu adalah hari jumat, hari pertama kalinya aku duduk di suatu majelis yang terasa asing bagi ku. Hari pertama aku melihat sesosok wanita yang semua tubuhnya tertutupi kecuali matanya, hari di mana aku bertemu dengan teman-teman yang juga mengikuti kegiatan yang di namakan TARBIYAH. Hari dimana aku menerima materi tentang HIJAB dan JILBAB, hari dimana aku baru mengetahui apa itu hijab, hari dimana aku baru mengetahui penting tidaknya berhijab dan berjilbab, hari pertama aku melihat betapa banyak anak-anak seangkatan ku yang mengikuti TARBIYAH itu. Sekitar 100 siswa yang mengikuti dan hari dimana dibukakan pintu hidayah itu oleh Allah. aku, diriku yang sifat dasarnya ingin sekali mencari tahu ternyata menjadi jalan hidayah Allah untukku. Pada hari itu, entah ada berpuluh-puluh pertanyaan yang ku ajukan pada seorang wanita yang sering di panggil “MURABBI”. Saat itu aku tak peduli, mau murabbinya capek, kewalahan dengan pertanyaan ku, haus karena selalu bebicara menjawab pertanyaan ku, aku tak peduli. Peduli ku pada saat itu adalah aku ingin mencari tahu. Ya, aku ingin tahu. Saat itulah hidayah Allah itu datang. Aku mulai berfikir tentang diriku yang belum berjilbab. Aku mulai berfikir tentang diriku yang ternyata sangat jahiliyah. Aku mulai berfikir ternyata aku sangatlah bodoh akan ilmu agama. Dan, mulaihlah timbul rasa suka ku pada nama TARBIYAH. Setiap pekan pada hari jumat Alhamdulillah aku tak pernah bolong untuk duduk dalam majelis itu. Hanya berangsung selama satu bulan, teman-teman yang dulunya ada 100 orang yang mengikuti kini tinggal 7 orang yang masih aktif. Ya, 97 gugur. Entah kemana. Aku un tak tahu. Tidak hanya sampai disitu, enam bulan telah berjalan kini tanpa sadar kami tinggal ber-empat. Yang duanya kemana?? Aku pun tak tahu. Semuanya hilang. Dan kembali aku berfikir, tentang perkataan murabbi ku bahwa hanya orangorang yang terpilihlah yang akan tetap duduk di majelis ini. ketika mengingat perkataan itu, aku selalu mengaminkannya dalam hati. Dam terus berharap kepada Allah, bahwa sampai dengan azal menjemput hidayah Allah masih bersama ku.
3 tahun aku bersama dengan 3 teman liqo ku. Dia, ya, dia adalah naqibah ku. Dia yang setiap pekan mengingatkan ku dan teman-teman yang lain untuk tarbiyah. Dia, dia yang pada saat itu adalah ketua KKI di bagian Akhwat. Walaupun akhwat di sekolah ku pada saat itu hanya empat orang.

Kini aku rindu kepada naqibah ku. Aku sangat merinduinya. Aku sangat ingin bertemu dengannya. Aku begitu mencintainya karena Allah. kami berempat terpisah. Ada yang melanjutkan studi ke Malang, Jakarta, Makassar dan ada yang tetap tinggal di kota ku. Sekarang aku tak lagi mendengar kabar naqibah ku yang dulu. Aku tak pernah tahu bagaimana dia sekarang. Aku tak pernah tahu apakah sekarang keimanannya kepada Allah semakin bertambah ataukah mengalami kemerosotan. Aku tak pernah tahu. Ya Allah, aku begitu merindukannya. Aku begitu merindukan saat-saat kita duduk berhalaqah dalam satu majelis. Aku begitu merindukan canda kita di masjid sekolah kit.  Aku begitu merindukan semangat-semangat kita untuk pergi tarbiyah bersama. Aku merindukan ketika kita naik bentor bersama untuk pergi tarbiyah. Aku merindukan ketika kita menyetor hafalan kita kepada murabbi. Aku merindukan ketika kita sholat berjamaah di masjid kecil itu. Aku rindu, aku rindu, dan aku merindukan semua itu. Ingin rasanya aku menangis ketika mengingat masa-masa yang indah saat hidayah itu menyapa.
Untuk dirimu ukhti, walau sekarang kita tak bertemu lagi dan aku tak tahu bagaimana kabar dirimu, engkau masih lah tetap menjadi saudariku. Engaku masihlah tetap menjadi seorang akhwat dimata ku yang selalu mengingatkan dikala kita khilaf dan lupa. Ukhti ku sayang, aku selalu berdoa kepada Allah agar kau selalu di lindungi Allah. aku selalu berdoa kepada Allah, agar Allah selalu melangkahkan kakimu dan kaki kita ke tempat-tempat majelis ilmu syar’i. Aku selalu berdoa kepada Allah, agar hati kita tetap bersatu dalam keimanan kepada Allah ‘azza wa jalla.

Ukhti, semoga dirimu dan kita semua selalu dalam naungan Allah...

Aku merindukan mu ukhti fillah...


Makassar, 26 Mey 2011
00.07 Wita
FMUBS
Read more ...

Rabu, 25 Mei 2011

_Cinta dan Benci_

0 komentar

Bismillah...

Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...


Aku mencintai rembulan dengan pendar putihnya, tapi ia tetaplah bulan yang punya sisi gelap, hingga aku membencinya, ah bukan, pada kelam hitamnya.

Dalam penghambaan hanya kepada Allah, selayaknya setiap jenak kehidupan selalu tersandarkan hanya karena-Nya. Pun dalam persoalan hati, lebih spesifik cinta dan benci; semua akan bernilai dan mulia jika ia hadir bersama ketulusan sebab, untuk, dan hanya karena-Nya.
Dengan keilmuan kita akan hak dan batil, salah dan benar –insya Allah- kebencian akan kesalahan dan kecintaan akan kebenaran dengan mudah kita hadirkan hanya karena Rabbul Izzati. Tapi kadang ada penzhaliman ketika kita menerapkannya pada satu sisi saja, ia tidak lagi menempati tempat yang semestinya, ia labil dalam kebingungan, posisinya absurd -tidak jelas-. Ibarat melihat bulan sabit kita kadang terpesona pada cahayanya saja dan mengabaikan sisi hitam yang menutupi purnamanya atau sebaliknya kita hanya sibuk menggerutui noda hitamnya dan lupa bahwa bahwa masih ada sisi putih yang lebih cantik untuk dipandang.
Tak jarang cinta dan benci menjadi buta, ketika ia datang dengan sebab yang tak terduga disertai alasan yang dipaksakan atau kalau perlu dibuat-buat, hingga pertanyaan yang mengikutinya bukan lagi APA tapi SIAPA. Padahal noda hitam pasti tetap ada meski pada purnama yang justru memastikan bahwa ia adalah bulan bukan khayalan.
Proporsional dan objektif; adalah kata kunci sekaligus jawaban untuk masalah di atas.
Proporsional, kata lain dari adil. Dengan Kalam-Nya Allah Subahnahu wa Ta’ala mewanti-wanti kita untuk bersikap adil kepada siapapun hatta itu adalah musuh kita. Dalam soal dua rasa (cinta dan benci) keadilan mesti tetap dikedepankan pada siapapun. Ketika kita mencintai seseorang maka ingatlah pada saat yang sama ada sesuatu yang mungkin kita bisa benci darinya, sebaliknya ketika ada yang mengharuskan kita untuk membencinya maka jangan lupa bahwa alasan kita untuk mencintainya pun juga mungkin lebih banyak.
Begitu juga dengan kadarnya, ketika kesalahannya adalah sebiji maka bencilah ia sekadar sebiji itu jangan kurang apalagi lebih begitupun sebaliknya.
Objektif, sebagaimana adil ia juga berlaku untuk semua dan siapa saja. Saat cinta atau benci, maka seharusnya ia bukan ditujukan pada pelaku tapi pada laku-lakunya, pada sebab kenapa kita harus mencintai atau membencinya. Ketika ada kata “Aku mencintai/membenci fulan” maka hakikat seharusnya adalah “Aku mencintai/membenci perlilaku fulan”.
Tak ada kecintaan mutlak kecuali kepada Allah dan kebaikan yang Dia telah tetapkan dan tak ada kebencian mutlak kecuali kepada setan juga kepada keburukan yang ia tebarkan.
Yah, kita memang harus menjadi raja atas cinta dan benci itu, jangan sampai mereka menguasai diri kita atas dasar nafsu belaka yang akhirnya hanya akan membuat kita buta meski lidah melisankan hanya karena-Nya, sebab setan penuh tipu daya.
Jadi, saat cinta dan benci mesti ada, dan ketika wala’ dan bara’ harus berwajah seharusnya kita tahu hati kita seperti apa… (AF)

Makassar, 28 Jumadil Ula 1430 H

sumber : http://wimakassar.org/wp/cinta-dan-benci/
Read more ...

Sabtu, 21 Mei 2011

_Merindukan Cinta dari Nya.._

0 komentar
Bismillah...
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Sahabat..

Taukah kau hanya mengingat Allah maka tenanglah hati kita.

Hanya mengingat Allah maka tentramlah hati kita..

Yang sepantasnya kita rindui hanyalah Allah semata

yang sepantasnya kita cintai hanyalah Allah semata..

Sahabat..

Taukah kau,cinta yang abadi hanyalah cinta Allah..

Cinta yang kekal hanyalah cinta Allah..

Jangan pernah tertipu dengan tipuan syetan. Terkadang disaat kita free,sedang tak mengerjakan apa-apa,berbagai macam khayalan mampir dibenak kita..

Hingga terkadang,khayalan kita tertuju pada orang yang kita cintai..,hingga rasa rindu,cinta yang membara timbul dalam hati. Tak diminta dan tak di harapkan wajahnya datang begitu saja..

Inilah tipuan syetan untuk menghancurkan hati manusia dari mengingat Allah..
Mencintai seseorang tak ada salahnya..Rasa mencintai kepada lawan jenis adalah wajar dan hal ini telah menjadi kodrat manusia yang diciptakan berpasang pasangan...

Namun janganlah kita bermain main dengan rasa itu. Jangan memelihara rasa cinta yang bersifat maya,cinta yang hanya sementara.. Karena hati akan lalai jika kita terus memelihara rasa ini..Hati akan menjadi resah dan akan menyiksa batin kita..

Bukankah kita diciptakan sudah berpasang pasangan?? Jodoh kita sudah ditentukan ??
Maka percayalah akan takdir Allah.. Janganlah kalian terjerumus dalam jurang syetan untuk berpacaran..

Sahabat..

bukankah jika kita selalu mengingat Allah maka kita termasuk orang yang beruntung? Orang munafik adalah orang yang sedikit sekali mengingat Allah..

"Ya Rabb,tumbuhkan rasa cinta dalam hatiku,rasa cinta yang besar hanya kepada Mu. Hingga tiada cinta cinta yang lain yang mampu menandinginya. Ajari aku untuk mencintaiMu setulus hatiku,tanpa ada pencampuran cinta cinta yang lain. Jadikan aku kekasih hatiMu Ya Rabb.. Sentuhlah aku dengan sentuhan kasih sayang Mu,peluklah aku dengan pelukan kasih Mu..Ku hanya butuh cinta dari Mu Ya Rabb"




FMUBS, Gorontalo, 15 Agustus 2009

13.37 wita
Read more ...

_Dilanda Asmara_

0 komentar
bismillah...

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...


afwan, ini adalah artikel dari teman Friendster ana. ia menggunakan nama samaran "Mati Itu Pasti". semoga Allah merahmatinya. artikel ini mungkin sangatlah panjang.., insya Allah pembaca takkan bosan.

begini artikelnya....

Teknologi (khususnya internet) adalah relatif
Bisa menjadi Sarana Amal atau Dosa
Maka Waspadalah

Ingat! Mati itu Pasti
Bisa datang kapan saja
Bahkan saat Anda membaca pesan ini
Maka waspadalah


Artikel ini Qdapat dari sbuah situs...
Aku lupa namanya...
Namun artikel ini sudah tidak aslinya lagi, sudah banyak yang Qtambah
selamat menikmati
Sekarang ini dengan sangat angkuhnya wanita sering berpendapat bahwa dirinya tidak akan mudah termakan rayuan gombal lelaki. Itu benar, karena dimasa sekarang ini tidak ada lelaki yang bibirnya bisa mengucapkan rayuan gombal seperti film-film Indonesia toempoe doeloe. Tetapi dengan pendidikan dan teknologi yang berkembang, metode kami (lelaki) berubah.
Kami bisa memanfaatkan semua SDM dan SDA yang ada di sekitar kami untuk menunjang tegaknya diagnosa “SERIUS” dihadapan target (wanita).
Apakah property “nebeng”? Oh tidak! Bahkan hanya dengan kesederhanaan, malah jadi pamungkas yang cukup jitu untuk meluluhkan hati wanita incaran kami. Karena dengan kesederhanaan dan property seadanya, akan mendatangkan kesan ketulusan dan bersahaja. Yang kemudian menimbulkan cinta sepenuh hati, berakibat kepasrahan. Ini fokusnya, kepasrahan yang artinya diriku sepenuhnya kuserahkan padamu, termasuk my virgin (klo masih).
Wahai wanita, tidak semua diantara kami kaum lelaki mengincar hartamu, yang merupakan incaran kami sebenarnya adalah tubuhmu (maaf terlalu jujur). Sejauh mana dirimu memberikan rasa penasaran kepada kami, selama itu pula kami sanggup bersandiwara dengan sekuat tenaga kami. Mengapa kami sebut sandiwara? Karena kami menyimpulkan bahwa yang telah beristeri saja masih banyak yang selingkuh (meski tidak semuanya). Pernikahan yang kejelasan statusnya dilindungi oleh hukum agama dan UU Negara, masih sering kami injak-injak. Apalagi status pacaran? Yang sama sekali tidak dikuatkan oleh peraturan manapun. Artinya seorang cowok bisa saja berpacaran dengan seribu cewek dalam waktu bersamaan atau sebaliknya. Maka jadilah pemuda-pemudi bangsa ini sebagai pakar zina, dari yang kecil sampai yang besar.
Tapi masalah jadi bangsa apa bukan urusan kami, selagi kami masih bisa menikmati kenikmatan dunia lewat tubuh wanita secara free, maka paradigma “Pacaran sebagai proses penjajakan” akan selalu kami sebarkan dengan cara apapun.
Sex dengan pacar sendiri sangat berbeda rasanya dengan sex dengan pelacur manapun dengan harga pakai berapapun. Sebab wanita yang selalu jadi target kami tentunya bersih, sehat, bebas penyakit menular seks (PMS), terawat dan terdidik.
Soal kaya atau miskin si target itu bisa disesuaikan. Maksudnya apabila kami telah sukses memperdaya hati target, maka keadaan keuangan akan sangat mudah dikendalikan berdasarkan scenario “rasa pengertian” yang kami ciptakan di hati target. Pulsa yang kami keluarkan untuk menjalin kedekatan tidak sebanding dengan kenikmatan yang menanti kami.
Target berjilbab? Bisa sukses bisa juga tidak. Usaha kami dalam berburu “kenikmatan” terhadap target berjilbab memerlukan beberapa trik tambahan. Tetap bersikap sederhana, apa adanya, bersahaja, pengakuan terhadap kekurangan diri, bersikap humoris dan sedikit bumbu religi yang didapat dari ceramah ustadz-ustadz di televisi bisa jadi referensi tambahan.
Usaha kami sukses terhadap target yang berjilbab yang juga masih berpakaian ketat, sehingga jilbab kadang-kadang hanya menutupi rambutnya dan tidak menutupi ukuran “hardware” indahnya. Kulit target yang halus mulus karena sering tertutup dari polusi udara dan matahari memberikan sensasi yang tidak sama dengan target tidak berjilbab pada umumnya. Luar biasa!!!
Usaha kami gagal apabila target berjilbab tapi juga berpakaian yang lebar, sehingga tidak tampak keindahannya lewat mata secara fisik, tapi kami sangat yakin dibalik pakaian yang lebar itu tersimpan lebih banyak keindahan. Kami tak tahu pasti penyebab kegagalan usaha kami terhadap target tersebut, bisa jadi keteguhan target dalam memegang keyakinan bahwa keindahan yang mereka miliki merupakan “harta berharga” yang hanya akan disuguhkan kepada suami mereka nantinya.



Usaha kami gagal apabila target berjilbab tapi juga berpakaian yang lebar, sehingga tidak tampak keindahannya lewat mata secara fisik, tapi kami sangat yakin dibalik pakaian yang lebar itu tersimpan lebih banyak keindahan. Kami tak tahu pasti penyebab kegagalan usaha kami terhadap target tersebut, bisa jadi keteguhan target dalam memegang keyakinan bahwa keindahan yang mereka miliki merupakan “harta berharga” yang hanya akan disuguhkan kepada suami mereka nantinya.
Kenyataan yang menggembirakan adalah target “kokoh” semacam ini berjumlah sangat sedikit jika dibandingkan dengan total target “empuk” yang banyak tersedia di sekitar kami.
Pada umumnya target menginginkan “keseriusan”. Ketidaktahuan mereka terhadap makna kata serius ini yang sering kami manfaatkan sebagai peluluh hati mereka. Trik yang kami gunakan bermacam-macam, mulai dari kirim sms yang bertuliskan “Aku serius lho sama kamu”, telepon diatas jam 23.00 (tarif murah) untuk bicara panjang lebar dengan topik yang dipilih secara random. Ini trik yang paling sederhana dan cukup jitu untuk target yang masih lugu atau pura-pura lugu soal keseriusan hubungan. Maksudnya walau target sudah mengerti tentang trik yang kami jalankan dalam meraih target, tapi seiring waktu dan semangat kami yang tidak berputus asa dalam menjalankan skenario, cepat lambat target yang dulunya pura-pura lugu akan luluh akhirnya melihat semangat tulus palsu kami.
Jika tujuan utama kami yaitu tubuh indah target belum didapatkan, maka bukti keseriusan palsu kami dapat dikuatkan dengan memboyong mereka ke orang tua kami atau sebaliknya, kami bersedia diboyong ke orang tua target. Sampai disini saja keberanian kami untuk bermain dengan kata serius, untungnya karena 99% target telah takluk pada level trik ini.
Kenyataan yang juga menggembirakan kami adalah apabila ternyata orang tua kami atau orang tua target juga memiliki paradigma “Pacaran adalah proses penjajakan” atau “Pacaran adalah proses yang harus dilalui oleh remaja normal”. Luar biasa!!!
Target yang telah beranggapan bahwa “inilah jodohku”, dengan paradigma ini kami telah mendapatkan kepercayaan penuh dari segala pihak untuk memperlakukan target semau kami. Termasuk menikmati kenyamanan sensasi seks penuh gratisan yang kami tunggu-tunggu selama perjuangan. Tidak perlu buru-buru, karena kami sangat dan sangat memperhatikan situasi, kondisi dan domisili. Soal dikemudian hari kami bosan dengan target yang sudah habis manisnya karena kami hisap atau muncul target baru yang lebih segar, maka skenario pelepasan diri dapat dijalankan dengan berbagai alasan. Sangat mudah melakukannya mengingat semua manusia memiliki kekurangan, kekurangan inilah yang harus diangkat ke permukaan dan menjadi pokok bahasan yang berlanjut dengan putusnya hubungan. Alasan ketidakcocokan bisa menjadi penangkal pertanyaan orang tua masing-masing pihak.
Putus. Juga merupakan jalan baru bagi kami untuk memulai skenario pengejaran target baru. Tampang berduka, bahkan tampang tegar paska putus pun bisa menjadi pesona di hadapan target baru ini. Tentunya kami tidak meninggalkan trik-trik peluluhan hati yang kami terapkan terhadap target-terget sebelumnya seperti sederhana, tampil apa adanya, bersahaja, sedikit ditambah bumbu humoris karena target pada umumnya ingin dekat dengan orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum dalam setiap keadaan. Target selalu ingin merasakan aman, nyaman, disayang, diperhatikan (beberapa). Maka sedaya upaya kami akan ciptakan suasana tersebut hanya didekat kami.
Persepsi bahwa di dekat kami maka target merasa aman, nyaman, tenang, tersenyum, dan damai merupakan paradigma yang harus kami ciptakan di dalam kepala target.
Untuk kesekian kalinya kami selalu sukses dalam pencapaian tujuan kami, menjadikan kami sangat berpengalaman dan cerdas dalam program ini, dengan atau tanpa hambatan sama sekali. Sungguh indah dunia ini, dipenuhi dengan target-target berpendidikan tapi bodoh yang menunggu giliran untuk kami hab


Untuk kesekian kalinya kami selalu sukses dalam pencapaian tujuan kami, menjadikan kami sangat berpengalaman dan cerdas dalam program ini, dengan atau tanpa hambatan sama sekali. Sungguh indah dunia ini, dipenuhi dengan target-target berpendidikan tapi bodoh yang menunggu giliran untuk kami habisi.
“Ahh, saya kan gak pernah serius klo pacaran, ngapain takut!”
Jika terget berfikiran seperti kata-kata di atas, maka pemikiran seperti ini juga merupakan peluang besar bagi kami untuk memulai skenario peluluhan hati. Yang kami utamakan lebih dahulu adalah mengadakan ikatan super tidak jelas bernama Pacaran, soal cinta atau tidak, itu cuma masalah waktu. Trik-trik yang kami lancarkan akan mengubah keadaan hati target seiring waktu yang dilalui bersama-sama dan komitmen semu tentang pacaran yang kami atau orang lain ciptakan.
“Ahh, tidak semua cowok seperti itu, cowokku ga gitu and ga mungkin begitu!”.
Kata-kata sejenis ini merupakan tolak ukur keberhasilan skenario BHSP (Bina Hubungan Saling Percaya) yang nantinya menjadi peluang besar untuk mendapatkan tubuh target di kemudian hari. Karena salah satu yang kami ingin bentuk adalah pendapat target bahwa kami adalah cowok yang berbeda dengan cowok pada umumnya.
Jika Anda wanita berpenampilan menarik atau tidak, bertubuh indah baik tertutup atau tidak, mencari keseriusan hubungan, mencari cinta dari sesama manusia tanpa pemahaman yang jelas… Maka Anda target kami berikutnya!!!
Wahai wanita, ketahuilah bahwa seorang laki-laki yang benar-benar serius terhadapmu akan datang kepada orang tuamu dengan berkata “Pak, saya ingin menikahi putri Bapak, sekarang saya punya penghasilan Rp…../bulan, dst”, sedangkan laki-laki yang benar-benar serius ingin menghabisimu akan datang langsung kepadamu dengan berkata “Maukah kamu jadi pacarku?”.
Puncak kehinaan seorang wanita ketika ia menerima tembakan seorang lelaki untuk jadi kekasihnya. Puncak kemuliaan seorang wanita ketika orang tua/walinya mempertimbangkan lamaran seorang lelaki untuk jadi isterinya.
Hancurkan harga diri dengan pacaran, muliakan diri dengan… Tidak ada solusi termuat dalam tulisan ini, meskipun solusinya tertulis tetapi tidak akan menghentikan kegiatan kami, kami hanya bisa berhenti jika semua target mengaplikasikan solusi yang sebenarnya sudah mereka tahu.
Pacaran sebagai proses penjajakan, penjajakan = peng”injak-injakan” atau pen”jaja”an.
Jika Anda belum pacaran, Nantikan kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda telah putusan, Nantikan juga kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda masih pacaran, maka tunggu tanggal “main” kami bersama Anda!
Wallahua’lam bisshawab
Kawan... apa tanggapanmu tentang artikel di atas?
Kawan... jika kau lelaki dan marah dengan artikel di atas, maka kami mohon maaf. Kami tak bermaksud menyamakanmu dengan kami. Tapi itulah karakter umum lelaki zaman sekarang. Yang beda dengan yang di atas hanya segelintir saja. Tapi kami berharap kamu tidak termasuk di dalamnya. Oleh karena itu jangan marah dan tersinggung.



Kawan... jika kamu wanita dan tersinggung atau marah setelah membaca artikel di atas, maka kami juga mohon maaf. Bukan maksud kami merendahkan dirimu atau merendahkan martabatmu, melainkan itu adalah bentuk ungkapan rasa prihatin kami padamu. Kami tak tega melihatmu yang selalu tertipu lewat hubungan palsu pacaran. Kami tak ingin akan banyak lagi wanita yang terenggut kehormatannya oleh tingkah bejat lelaki. Tidakkah kau melihat disekitarmu, tetangga-tetanggamu, betapa banyak yang melakukan MBA(maried by accident)? Sunguh Kami tak mau itu juga terjadi padamu. Tapi ini tak ada gunanya tanpa bantuanmu. Selama kau masih terus memberikan kesempatan kepada kami untuk mendekatimu, selama kau masih diam ketika kami mengganggumu, atau selama kau tetap menerima ketika kami menembakmu sehingga hubungan pacaran pun terjadi (ingat itu pintu yang empuk buat kami untuk memperdayaimu). Maka selama itu pula korban-korban akan terus berjatuhan. Ukhti... ketauilah fitnah terbesar kami adalah dirimu. Jadi bantulah kami agar tidak terjerumus ke dalam fitnah itu. Tutuplah auratmu secara sempurna, tundukan pandanganmu ketika kami memandangmu, agar kami sadar dan segera menundukan pandangan kembali. Jangan pernah memberikan kesempatan sedikit pun kepada hati kami bahwa kau menyukai kami.
Jangan terlalu memperhalus suaramu dihadapan kami kami karena itu sangat menggoda. Juga jangan pula memakai farfum yang berlebihan sehingga membuat kami bernafsu. Ukhti... mungkin hal-hal di atas kau anggap sepele. Tapi bagi kami itu sangat penting. Ketahuilah tidak semua lelaki dapat menjaga hati dan diri dalam rambu-rambu syariat. Malah kebanyakan lelaki memiliki iman yang masih lemah. Dan diantara yang lemah itu ada kami, maka tolong bantulah kami agar iman yang lemah itu bisa tumbuh menjadi kuat, bukan malah hilang karena tingkah ulahmu. Please... kami mohon!
Kawan... jika kamu sangat tersinggung dengan artikel di atas karena kamu termasuk yang pacaran, maka kami minta maaf. Tapi kami senang karena kamu masih tersinggung, berarti hatimu masih hidup.
Namun jika kamu tidak tersingung karena menganggap hubunganmu dengannya “aman”. Dalam artian kamu sudah pastikan pacarmu tak akan berbuat macam-macam denganmu, maka ingat setan itu amat licik. Dalam menjerumuskan manusia dia akan mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya. Maka tak ada kata aman bagimu. Jika tak bisa menjerumuskan sekaligus maka ia akan mencoba dengan perlahan. Mungkin mulanya hanya pandang-pandangan. Kemudian setelah terbiasa maka berlanjut dengan pegang-pegangan. Bila telah terbiasa pula maka dilanjutkan dengan raba-rabaan, cium-ciuman dan naudzu billah terjadilah perzinahan. dan bila terjadilah perzinahan maka siapa yang pantas di salahkan dan paling menderita. Apakah setan? Tentunya dalam hal ini setan tak boleh disalahkan dan tentunya yang paling bahagia. Yang salah adalah yang membuka jalan terjadinya perjinahan tersebut... yaitu kamu.
Kawan... terakhir ku ingatkan padamu serta alasan kami menulis artikel ini... hari ini kita di dunia masih bisa tolong-menolong, bantu-membantu, dan ingat-mengingatkan. Lainnya halnya di akhirat... di sana semua sibuk memikirkan nasibnya sendiri... tak ada lagi kata teman... tak ada lagi kata sahabat... tak ada hubungan ayah, ibu, atau saudara... bahkan disana kawan bisa menjadi lawan. Sungguh sangat menakutkan... kawan.
Nah, untuk itu sekarang kita masih di dunia maka tidak ada salahnya jika kita saling mengingatkan seperti yang kami lakukan sekarang ini kawan... maka sekali lagi kami mohon maaf bila cara kami ini salah. Tak ada niat untuk menyakiti, tak ada niat membuat luka. Semua karena rasa cinta kami sebagai seorang muslim. Agar di akhirat kelak... tiada penyesalan...



Jadi maksudQ bahwa:
pacaran itu indah...
hanya Bagi lelaki yang benar-benar ingin menikmati tubuh wanita tanpa ikatan sah.
kerena pacaran adalah jalan lapang yang indah untuk mencapainya.
Tak ada hambatan dan mulus tak berliku.
menghancurkan wanita dengan dalih cinta.
Parahnya wanita kadang tak sadar.
Untuk itu (kalau mau) sebarkan pesan ini kepada teman-teman akhwatmu
Jangan sampai mereka tertipu.
wasalam

FMUBS, Gorontalo 3 September 2009
9.42 wita
Read more ...

_Mengapa engkau marasakan cinta ???_

0 komentar
Bismillah...

Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...


... Kau akan mengerti saat engkau merasakannya. Bersabarlah. sebab semua akan terasa indah pada masanya nanti. Jangan tergesa-gesa dalam mengenal cinta, agar tak ada sesal , agar tak ada yang dikecewakan & agar ia tak bertepuk sebelah tangan ... 1

Anda sedang jatuh cinta..?

Kepada siapa anda jatuh cinta..?

Kepada orangtua..?

saudara mu..?

ataukah kepada dia dan bukan Dia..??

wajar ketika kita merasakan cinta. Sebab dia adalah kefitrahan yang telah ada pada kita.

Namun pantaskah kita jatuh cinta..??

seberapa pantas dirimu jatuh cinta ketika engkau menjawab “Ya, saya pantas jatuh cinta” ..??

hanya dengan menjawab “karena saya telah dewasa, maka saya telah pantas jatuh cinta”..!!

Karena itukah alasanmu yang menyebabkan engkau jatuh cinta..?
tak adakah alasan yang lain...??

“saya jatuh cinta, karena mengaguminya”. Lantas, ketika kita tahu kekurangannya maka seketika itu pula cinta kita pudar..??

“saya jatuh cinta karena wajahnya telah memalingkan dunia ku”. Lantas, ketika dia telah menjadi tua maka terhapus pula cinta mu padanya??

“aku jatuh cinta karena tatapan matanya yang memukau”. Lantas ketika dia menjadi buta, maka hilang pula cinta mu padanya..??

aku jatuh cinta karena...

aku jatuh cinta karena....

dan aku jatuh cinta karena.....

dan masih banyak lagi beribu alasan yang akan terucap dari bibir mereka ketika ditanya mengapa kau jatuh cinta...


Ukhti fillah, tahukah bahwa jatuh cinta itu menyakitkan? Dia akan sangat menyakitkan bahkan akan terasa sakit melebihi jatuhnya kita ke jurang yang paling dalam. Karena dengan cinta semua orang dapat melakukan apa saja demi mendapatkan cinta mereka. Menghalalkan segala cara agar cinta itu berada dalam genggaman meraka. Lalu, bagaiamana caranya agar kita tidak merasakan sakitnya jatuh cinta? Maka, bangunlah cinta. Bangunlah cinta dalam hatimu. Kokohkan ia dengan beton penahan yang paling kuat semampu mu. Dan jangan sampai ia roboh oleh kecorobohanmu. Dengan begitu maka kau tak akan terjatuh karena cinta.

Tetapi ukhti, ketika engkau telah merasakan cinta, apakah kau sudah mengenal cinta itu seperti apa? Apakah kau telah benar-benar mengenalnya? Jika kau belum benar-benar mengenal cinta itu seperti apa, maka jangan berani untuk membangun cinta. Karena kau akan menodai kesucian cinta itu. Sebab, cinta itu hanya akan kita rasakan ketika kita telah terikat dengan ikatan yang kuat dalam sebuah acara resmi yang disakralkan dalam hidup. Akan kita rasakan kesejukan tetesan embun membasahi hati saat waktu itu tiba.

Ukhti fillah, sesungguhnya puncak dari segala derajad cinta adalah keinginan yang demikian menggebu untuk dapat menghadirkan keagungan Allah di dalam Hati. Tekad kuat untuk selalu bersama syariat-Nya dalam segenap sisi kehidupan. cinta yang melebihi kecintaan pada kekasih, keluarga dan sanak saudara. Cinta yang mendorong untuk sentiasa mendekat kepada-Nya dan rindu untuk merajut tali kasih serta berjumpa dengan-Nya. 2

Jagalah cinta itu ukhti. Jangan tergesa-gesa untuk mengekspresikan cinta pada dia sebelum Dia mengizinkan. Belum tentu yang kau cintai adalah yang terbaik untuk mu. Siapa yang lebih tahu melainkan Allah? Simpan segela bentuk ungkapan cinta, dekap dihati rapat-rapat, Allah akan menjawab dengan lebih indah disaat yangg tepat. Jangan sakiti seseorang yang akan menjadi pasangan hidup mu kelak. Jangan buat dia cemburu atas cinta yang telah kau berikan kepada yang bukan mahram mu. Jagalah perasaan pasangan mu dan berilah dia hadiah yang terindah dalam hidupnya dengan mendapatkan dirimu yang belum membagikan cinta mu kepada yang bukan menjadi mahram mu.
Pantaskah kita mendapatkan seseorang yang shaleh/shalehah, sementara kita di luar sana masih mengobral-obral cinta..?? jangan sampai yang kita harapkan adalah pasangan yang shaleh/shalehah malah yang Salah justru yang kita dapatkan.... semoga tidak, Insya Allah...

FMUBS, Makassar 3 Mey 2011
23.09 Wita


1 dan 2, kutipan dari saudara seiman
Read more ...