. Ahlan wa Sahlan: rumah tangga
Tampilkan postingan dengan label rumah tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah tangga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Mei 2011

_Untuk Para Istri Sholehah_

0 komentar
Bismillah...

Assalamu alaikum Warahmatullah Wabarakatuh...



Syaikhul Islam berkata,

وليس على المرأة بعد حق الله ورسوله أوجب من حق الزوج

"Tidak ada hak yang lebih wajib untuk ditunaikan seorang wanita –setelah hak Allah- dari pada hak suami" (Majmuu' Al-Fataawaa 32/260)

Ibnul Jauzi berkata,

«وينبغي للمرأة العاقلة إذا وجدت زوجًا صالحًا يلائمها أن تجتهد في مرضاته، وتجتنب كل ما يؤذيه، فإنها متى آذته أو تعرضت لما يكرهه أوجب ذلك ملالته، وبقي ذلك في نفسه، فربما وجد فرصته فتركها، أو آثر غيرها، فإنه قد يجد، وقد لا تجد هي، ومعلوم أن الملل للمستحسن قد يقع، فكيف للمكروه»

Seyogyanya seorang wanita yang berakal jika ia mendapatkan seorang suami yang sholeh yang cocok dengannya untuk bersungguh-sungguh berusaha untuk mencari keridoan suaminya dan menjauhi seluruh perkara yang menyakiti suaminya. Karena kapan saja ia menyakiti suaminya atau melakukan sesuatu yang dibenci suaminya maka akan membuat suaminya bosan dengannya, dan kebencian tersebut akan tersimpan di hati suaminya. Bisa jadi sang suami mendapatkan kesempatan maka sang suami akan meninggalkannya atau mengutamakan istrinya yang lain. Karena sang suami bisa jadi mendapatkan (istri yang baru) sedangkan ia belum tentu mendapatkan (suami yang baru). Padahal diketahui bersama bahwasanya rasa bosan itu bisa menimpa pada perkara yang baik, bagiamana lagi terhadap perkara yang dibenci" (Ahkaamun Nisaa' li Ibnil Jauzi)

Imam Ahmad pernah berkata tentang istrinya Ummu Sholeh 'Abbasah binti Al-Fadhl,

أقامت أم صالح معي ثلاثين سنة، فما اختلفت أنا وهي في كلمة.

"Ummu Sholeh tinggal bersamaku selama tiga puluh tahun, tidak pernah kami berselisih dalam satu permasalahanpun" (Taarikh Bagdaad 14/438)

http://firanda.com/index.php/kajian/manhaj
Read more ...

Minggu, 22 Mei 2011

_Wahai Anakku, Kami Menginginkan Pahala Itu_

0 komentar
Bismillah...

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh...

ya Bunayya,..engkau buah hati kami. Padamu tergantung masa depan kami. Dunia kami dan akhirat kami. Hilang letih dan lelah kami ketika melihat engkau beranjak dewasa tumbuh dengan akhlak mulia.

Wahai anakku,… engkau hidup di penghujung zaman yang semakin banyak kerusakan dan fitnah yang menyambar setiap detik nafasmu. Jikalau tidak engkau bergantung pada Zat Yang Maha Kuat dan Kuasa pada siapa lagi engkau kan berlari.

Kami tidak perduli melihat para orang tua yang sibuk memilih dunia untuk belahan jiwa mereka. Yang berkorban dengan apa saja agar anak-anaknya berhasil meraih pangkat dan kedudukan di hati manusia. Yang bila mana kami lupa memanggil anaknya dengan nama biasa, maka mereka akan segera tergesa-gesa meralat,.. maaf anak kami adalah seorang dokter panggillah nama depannya dengan jabatannya.

Duhai penyejuk hati yang gundah,… kami menginginkan dunia hanya sebagai bekal untukmu menuju akhirat yang abadi. Karena itu kami tidak kecewa bila mendapati nilai C pada matematikamu atau fisikamu. Tetapi sungguh kami akan menangis dan berduka bila engkau lalai pada perintah Rabbmu.

Duhai penyejuk mata,…. di hari yang semakin mendekati kepunahan. Tak lelah kami mendidikmu dengan Al-Qur’an. Betapa engkau sangat kami inginkan menjadi penghafal dan pengamal Al Qur’an. Siang malam kami bersabar dan tak kecewa membetulkan bacaanmu yang yang tertatih-tatih dan terlupa dari satu ayat Al-Qur’an.Demikian pula doa senantiasa kami panjatkan untuk kalian agar Allah memberi kemudahan.

Untukmu bunayya,… bersabarlah di hari yang sulit ini. Sungguh engkau akan menikmati jerih payahmuketika dewasa nanti.Janganlah engkau lupakan kami dalam doamu .Semoga Allah di kemudian hari, memberi kelapangan pada kubur kami yang sempit nanti.

Ya bunayya,…. engkau pasti kan bertanya, mengapa orang tua kami melakukan hal ini untuk kami? Jawabnya,… karena ia adalah suatu kebiasaan yang telah di wariskan oleh para pendahulu kita(salafus shalih).Begitu pula telah kami dapati dalam ucapan Nabimu yang mulia shalallahu alaihi wassalam diriwayatkan dari Buraidah bin Hushaib radhiyallahu anhu ia berkata: “Pernah ketika aku sedang berada di sisi Rasulullahshalallahu alaihi wassalam maka aku pernah mendengar beliau bersabda,

“Al-Qur’an itu akan menemui ahlinya pada hari kiamat ketika kubur telah terbelah seperti seorang laki-laki yang berwajah putih berseri. Ia berkata pada laki-laki tadi,”Apakah kamu mengenaliku?” dia menjawab,”Aku tidak mengenalimu” Ia berkata,”Aku adalah temanmu, Al-Qur’an yang dulu selalu membuat kering tenggorokanmu di siang hari dan begadang di malam hari. Dan setiap pedagang tentulah mengharapkan keuntungan dari barang dagangannya, dan kamu pada hari ini mendapatkan keuntungan dari usahamu.”Kemudian di berikan untuknya kerajaan di tangan kanannya dan keabadian (surga) ditangan kirinya, di letakkan mahkota kebesaran di kepalanya, dan dikenakan bagi kedua orangtuanya dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi. Keduanya berkata: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu” Kemudian diperintahkan kepadanya, Bacalah (Al-Qur’an) dan naikilah tangga-tangga surga dan masuklah ke kamar-kamarnya” Maka dia terus naik (derajatnya) selama dia membacanya dengan cepat atau dengan cara tartil (perlahan-lahan)” (HR. Ahmad)1

Dan juga dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu yang marfu’ (sampai) kepada Nabi shalallahu alaihi wassalam beliau bersabda,

“…. dan dikenakan kepada kedua orangtuanya dua pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia dan seisinya. Keduanya berkata, “Ya Rabb, Bagaimana kami bisa mendapatkan balasan seperti ini !! dikatakan :”Dengan mendidik Al-Qur’an kepada anak-anakmu” (HR. Ath-Thabrani).2

Wahai bunayya,.. betapa kami menginginkan pahala itu. Kami-pun menyadari tidaklah mudah untuk mendapatkannya. Karena memang segala sesuatu harus diraih dengan kerja keras yang gigih dan kesabaran yang tak bertepi. Lelah dan letih kami akan di hargai-Nya karena Allah Yang Maha Mulia telah berfirman:

“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya (39) dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya (40) Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna” (41). (An-Najm :39-41).

Sungguh kami yakin wahai bunayya,… jika sekiranya para orangtua mengetahui keutamaan dan kedudukan yang tinggi di sisi-Nya karena mengajarkan Al-Qur’an pada buah hati mereka, niscaya mereka akan berlomba-lomba untuk mengajarkan anak-anaknya Al-Qur’an, membimbing mereka untuk selalu membaca, menghayati maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan yang fana ini.

______________________
Sumber bacaan :
  1. Tafsir Ibnu katsir jilid 9 , Pustaka Imam ASy-Syafi’i, Jakarta, 2008.
  2. Keagungan Al-Qur’an Al-karim, Syaikh Mahmud Al Dosari, Maktabah Darus salam, Riyadh, 2006.
Murajaah oleh : Ustadz Eko Hariyanto Lc(Abu Ziyad)
  1. Hadits riwayat Ahmad dalam kitab Al-Musnad,5/238 [↩]
  2. Hadits riwayat Ath-Thabrani dalam kitab Al Ausath, 6/51, hadits no.5764. Syaikh Al-Bani menyebutkan hadits ini dalam kitab Silsilah Hadits Shahih, 6/792, hadits no.2829. [↩]
Sumber : http.jilbab.or.id, Sesuai teks aslinya.
Read more ...

Sabtu, 21 Mei 2011

_Ada Mujahid di rumahku_

0 komentar
Bismillah

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh...

Saudari ku yang di muliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala
sungguh Allah Subhanahu wa ta’ala telah berfirman “dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasullah maka sesungguhnya ia mendapat kemenangan yang besar.”

Sodariku yang di muliakan oleh allah subhanahu wa ta’ala,
 di kehidupan kita tiada kebahagiaan yang sempurna selain kebahagiaan seseorang dalam dirumah tangganya dan kebahagiannya kelak dikehidupan akhirat. Begitu pula tiada penderitaan yang paling menyakitkan selain penderitaan dalam kehidupan rumah tangganya dan penderitaannya kelak di akhirat. Maka siapa saja yang merasa bahagia dalam menjalani  rumah tangganya ia pun pasti akan bahagia dalam menjalani hidup sesamanya. Begitu pula sebaliknya, jika ia menrasa kehilangan ketenangan jiwa dalam kehidupan rumah tangganya maka kehidupan bersama yg lain pun akan terasa menyusahkan dan membosankan.

Sodari ku tahukah kamu,
kebahagianan bukanlah bintang ajaib yang jatuh kepada setiap kita lantas kita akan merasakannya. dan siapa yg tdk mendapatkan bintang itu maka hidupnya akan menderita dan susah. Akan tetapi kebahagiaan terjadi diluar kemampuan manusia, terjadi luar ambang batas kesanggupan manusia. Dan itu hanya bisa diraih dgn tekad yg kuat, usaha, dan kerja keras. Kebahagiaan yg penuh arah melintang dan juga batu terjal yg  menghadang, kebahagiaan hakiki yang menjadi janji Rabbul ‘izzati. kebahagiaan yang tak jarang membuat orang mati dalam meniti hingga menjadikan sedikit sekali orang yang merindukannya. Karena indahnya dunia, indahnya dunia dan banyaknya harta telah melenyapkan  mengalahkan janji Rabbulnya.
Sodari ku yang dimuliakanoleh Allah,
satu-satunya jalan yang dapat menghantarkan kita kepada kebahagiaan dan ketenangan di dunia serta keselamatan juga keberuntungan kita diakhrat adalah ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Ketaatan yang menuntut keikhlasan, ketaatan yang tidak menjadikan hati menjadi berat, ketaatan yang menuntut penirimaan yang tulus dari kita ketaatan yang membutuhkan harta, keluarga dan jiwa sekalipun dalam diri kita.
Oleh karena itu sodari kubyg dimuliakan oleh allah subhanahu wa ta’ala,
  sungguh indah bila tatanan rumah tangga dihiasa dengan ketaatan kepada Allah dan rasuNya, alangkah bahagianya bila suami adalah orang yang selalu mendermakan hidup, harta dan jiwanya untuk meraih kemuliaan di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.  Keningnya senantiasa tunduk karena sujud, lisan yang tak pernah lelah dari berzdikir, keringatnya tak pernah kering dan debu selalu menutupi tubuh dan pakaiannya karena kecintaannya yang berjuang di jalan Allah subhanahu wa ta’ala.
Engkau, ya enggkau dan aku tak pernah memalingkannya untuk meraih kemuliaanya disisi Rabb nya justru suami mu akan menjadikanmu dan anakmu sebagai bahtera yang menyelamatkan kehidupannya. Bukan sebagai penghalang atau penghancur kebahagiaanya. Suami mu akan selalu menanamkan sifat qonaah dan juga keperwiraan kepada keluarganya. Juga tidak pernah berkecil hati dengan segala pembriaan Rabb nya kepadanya.

Sodari ku yg dimuliakan oleh allah subhanahuwa ta’ala,
Alangkah bahagiannya bila diri mu mendermakan hidup, harta dan jiwamu untuk meraih kebahagiaan disisi allah subhanahu wa ta’ala.  Kebahagiaannya akan kamu raih dengan ketaatan mu kepada suami , selalu menjaga rahasia, harta dan kehormatan suami. Karena tahukah kamu bila surga dan neraka mu tergantung ketaatan mu kepda suami mu. Biarkan bibir merah mu yang mereka selalu tersenyum simpul dengan pemberian suami yg tercinta. Biarkan dari tangan mu lembut dan muliah tumbuh kembang sosok-sosok perwira. Malam mu selalu dihidupakan untuk berdoa, memohon dan merajuk kepada Rabbul ‘izzati demi kemuliaan diri anak dan suami mu. Kamu tdk akan pernah rela bila suami mu tergoda oleh kenikmatan dunia yang fana dan hati mu pun tidak akan pernah tenang bila suami lari dari ladang perjuangan kamu pun tidak ingin diri mu menjadi penghalang suami mu untuk meraih kemuliaannya.
Oleh karena itu sodari ku, bangga lah dgn dirimu banggalah dengan keadaan mu karena kamu adalah istri seorang mujaid. Ya, kamu istri seorang mujahid. Dan kamu bukankah seorang istri konglomerat. Kalau suami mu ingin meninggalkan jihad ini dan kerja siang malam setegah mati mungkin saja riskinya disana akan memberikan tambahan uang untuk kamu, tetapi kamu, kamu akan mendaopatkan banyak sekali kerugian dikehidupan.
Tahukah kamu wajai sodariku, seorang suami yan jauh dari jihad, jauh dari zdikir dan jauh dari islam, dia akan senang bermain diluar, berkhianat di luar dan dia tidak pernah bisa mendidik juga tidak pernah bisa membuat anak mu menjadi orang-orang yang berjiwa mulia. Sodari ku akhirnya toh kamu akan menua, keriput, melayu mengenang masa lalu yg kelam, tapi jagan lupa wahai sodari ku, jangan pernah lupa, kalau dirumah mu ada seorang mujahid.
Ohh, sungguh suatu kebanggaan tersendiri di rumah ku ada seorang mujahid, suatu kebanggaan luar biasa bagi seorang wanita mempunyai suami seorang mujahid. Boleh jadi dia seorang yg tak punya, boleh jadi dia seorang tak perkasa, namun itu semua tak mengapa. Karena dia mulia di mata Rabb nya.

Sodari ku yang di muliakan Allah subhanahuwa ta’ala,
Apalah arti keindahan karena keindahan itu di hati dan perilaku, apalah arti dari kekayaan karena kekayaan itu adalah kekayaan hati dan iman, jangan pernah kau sakiti dia siapa tahu dia sudah punya istri disurga sana sedang memarahi mu dan mengatakan biarkan lah ia biarkanlah ia jangan kau ganggu suami ku. Sodari ku jangan sampai malaikat mencerca mu karena kamu telah menyusahkan snag mujahid dimalam hari dan menggurutuinya di pagi hari. Demi Allah kehidupanmu akan susah dan perjalananmu mu akan terasa berat bila kamu menyulitkannya. Tidaklaah kamu ingin berkumpul kembali bersamanya di jannah.?
Ohh..,Sungguh suatu kebanggaan tersendiri dirumahku ada seorang mujahid.

Oleh Fachry SH
Read more ...

_(sebuah kisah nyata)_

0 komentar
Bismillah...

Assalamu'alaikum warahmatullah Wabarakatuh...

Segala puji bagi Allah,kita memuji,memohon pertolongan,serta ampunanNya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan nafsu-nafsu kita dan dari kejahatan amal perbuatan kita. Barang siapa yang ditunjuki Allah maka tidak ada yang menyesatkannya dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tak seorangpun yang bisa menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan Allah...

وأنكحوا الأيامى منكم والصالحين من عبادكم وإمائكم إن يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله والله واسع عليم
Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (24;32)

Seperti pada umumnya, bagi mereka yang sudah menikah mengaharapkan bahwa rumah tangga yang telah di bangun akan bertahan lama hingga akhir hayat mereka. Akan tercipta cinta dan kasih di dalamnya, akan tumbuh rasa saling menghormati, menghargai, patuh dan taat yang dapat mendatangkan rahmat Allah ta’ala di dalam rumah tangga mereka. Berbahagialah bagi mereka yang telah menikah dan bagi mereka yang belum menikah untuk bersegerahlah menikah. Sungguh menikah dapat menjaga dirimu dari perbuatan zina.

Kebahagiaan dalam rumah tangga merupakan dambaan bagi setiap pasangan yang telah menikah. namun justru kebahagian ini tidak di dapatkan dalam rumah tangga yang hanya bertahan dalam waktu 3 bulan.

Diriwayatkan bahwa : pernikahannya hanya bertahan selama 3 bulan. kebahagiaan yang dirasakan setelah menikah pun hanya berlangsung satu pekan. Berbagai percekcokan selalu menghiasai rumah tangga mereka. Dari hal yang paling terkecil hingga yang paling besar.
Pertemuan mereka berawal dari dunia maya. Ya, berawal dari dunia maya. Berawal dari teman si “laki-laki” yang memperkenalkan dia dengan temannya yang “perempuan”.  Berkenalan melalui chatting. Dari situlah mereka berdua mulai melakukan komunikasi yang entahlah apa isi komunikasi itu. Komunikais itu berlanjut hingga bertahun-tahun tanpa saling bertemu satu sama lain. Hanya memperlihatkan foto diri mereka. Benih-benih cinta pun mulai tumbuh dalam hati dua insan yang sedang dipermainkan setan. Rasa sayang mulai tumbuh dan hasrat ingin bertemu kian memuncak. Janji pun terucap untuk bertemu.
Mereka berdua berasal dari suku yang sama namun berbeda negara. “perempuan” berasal dari negara tetangga Malaysia dan “laki-laki” berasal dari Indonesia. Laki-laki ini sedang mengecam pendidikannya di Cairo, Mesir. Ketika ingin kembali ke Indonesia ia menyempatkan diri untuk mampir ke negara Malaysia. Awal pertemuan di antara mereka terjadi di negara Malaysia. Pertemuan itu tidak hanya berakhir sampai disitu, “perempuan” ini pun ingin sekali mengenal keluarga si “laki-laki” di Indonesia. Kunjungannya ke Indonesia membuahkan hasil. Mereka berdua akan disatukan dalam sebuah hubungan yang halal.
Pernikahan berlangsung di Malaysia. Terlihat rona kebahagiaan di wajah kedua insan itu. Begitupun dengan kedua keluarga mereka. Seminggu setelah pernikahan, timbulah percekcokan diantara mereka. Sifat-sifat asli yang dimiliki dari kedua insan ini mulai terlihat. Layaknya seorang yang pacaran, menutupi sifat asli dan menampakkan sifat-sifat yang palsu di hadapan orang yang kita cintai. Mungkin beginilah yang terjadi pada mereka. Namun dalam hal ini, sang suamilah yang merasakan kerugian. Ia mendapatkan seorang istri yang kasar, sangat tidak patuh terhadap suami, sering membangkan, bahkan dirinya tidak menjadi penyejuk bagi hati suaminya. Lebih parahnya lagi, sang istri bukanlah wanita yang paham terhadap agamanya. Benarlah sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa “wanita itu di nikahi karena empat hal ; hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka hendaknya engkau utamakan wanita yang memiliki agama, (jika tidak) kedua tangan mu akan berdebu (miskin, merana)” HR Bukhari.
“dan diantara kebahagiaan adalah wanita sholehah, engkau memandangnya lalu engkau kagum dengannya,dan engkau pergi daripadanya tetapi egkau merasa aman dengan dirinya dan hartamu. Dan diantara kesengsaraan adalah wanita yang apabila engkau memandangnya engkau merasa enggan lalu dia mengungkapkan perkataan kotor kepadamu,dean jika engkau pergi daripadanya,engkau tidak merasa aman atas dirinya dan hartamu ( hadist riwayat ibnu hibban dan lainnya, dalam as-silsilah Ash-shahihah, hadist no 282).
Benarlah bahwa jika kita akan mendahulu suatu perkara dengan hal yang baik maka hasil yang akan kita dapatkan pun akan baik pula. Namun jika kita mendahului suatu perkara dengan hal yang buruk maka hasilnya pun akan buruk. Wallahu ta’ala a’lam...

(sebuah kisah nyata yang diceritakan kepada penulis. Dengan maksud agar apa yang menimpanya tidak terjadi kepada yang lain. Tulisan yang dibuat sesuai dengan apa yang diceritakan tidak ada unsur melebih-lebihkan atau karangan semata. Semoga dari kisah ini kita dapat mengambil pelajaran di dalamnya.)

Makassar, 20032011
21.11 wita
FMUBS
Read more ...